asia128 Permainan Togel atau “Toto Gelap” telah menjadi bagian dari fenomena sosial di Indonesia selama berdekade-dekade. Meski saat ini status hukumnya dilarang keras, sejarah mencatat bahwa permainan tebak angka ini pernah dikelola secara resmi oleh pemerintah untuk tujuan pembangunan.
Mari kita telusuri evolusi togel dari masa ke masa.
1. Era Kolonial: Benih Awal Perjudian Berizin
Praktik undian berhadiah di Indonesia sebenarnya sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda. Saat itu, pemerintah kolonial sering mengadakan undian untuk mendanai kegiatan sosial atau pembangunan infrastruktur tertentu. Hal ini kemudian membentuk kebiasaan di tengah masyarakat untuk mengadu nasib melalui angka.
2. Era Pasca-Kemerdekaan: SDSB dan Porkas
Setelah Indonesia merdeka, praktik ini sempat dilarang, namun kembali muncul dalam bentuk yang lebih terorganisir pada era Orde Baru (sekitar tahun 1960-an hingga 1980-an).
- Toto dan KSO: Pada akhir 60-an, muncul istilah “Toto” yang bertujuan untuk mengumpulkan dana olahraga.
- Porkas (Pekan Olahraga dan Ketangkasan): Pada tahun 1985, pemerintah meluncurkan Porkas sebagai sarana mengumpulkan dana untuk pembinaan atlet nasional. Mekanismenya sangat mirip dengan taruhan hasil pertandingan sepak bola.
- SDSB (Sumbangan Dermawan Sosial Berhadiah): Ini adalah puncak dari era undian legal. SDSB sangat populer dan kuponnya dijual secara bebas. Namun, gelombang protes dari tokoh agama dan masyarakat luas akhirnya memaksa pemerintah menghentikan operasional SDSB pada tahun 1993 karena dianggap merusak moral bangsa.
3. Lahirnya Istilah “Togel” (Toto Gelap)
Pasca penutupan SDSB, aktivitas tebak angka tidak benar-benar hilang. Karena minat masyarakat masih tinggi sementara akses legal ditutup, praktik ini berpindah ke bawah tanah atau dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Dari sinilah istilah “Togel” (Toto Gelap) lahir—merujuk pada aktivitas toto yang dilakukan secara gelap atau ilegal untuk menghindari aparat kepolisian.
4. Transformasi Digital: Togel Online
Memasuki tahun 2000-an seiring perkembangan internet, wajah togel berubah total. Togel tidak lagi dimainkan melalui pengecer fisik di lorong-lorong sempit, melainkan berpindah ke platform digital.
- Pasar Internasional: Pemain kini bisa memasang angka untuk pasar luar negeri seperti Singapura (SGP), Hong Kong (HK), hingga Sydney (SDY).
- Kemudahan Akses: Melalui ponsel pintar, siapa pun bisa mengakses situs judi dari mana saja.
- Variasi Permainan: Muncul variasi baru seperti 2D, 3D, 4D, colok bebas, hingga shio yang lebih kompleks dibanding era kupon fisik.
Perbedaan Utama: Dulu vs Sekarang
| Aspek | Era Undian (SDSB/Porkas) | Era Digital (Togel Online) |
| Status Hukum | Legal/Berizin Pemerintah | Ilegal (Melanggar UU ITE/KUHP) |
| Cara Beli | Kupon fisik di gerai resmi | Melalui situs web atau aplikasi |
| Tujuan Dana | Pembangunan olahraga & sosial | Keuntungan bandar pribadi/luar negeri |
| Keamanan | Terjamin oleh negara | Berisiko tinggi penipuan & pencurian data |
Kesimpulan
Sejarah togel di Indonesia menunjukkan pergeseran dari instrumen pembangunan negara menjadi praktik ilegal yang berisiko. Meskipun teknologi memudahkan akses, penting untuk diingat bahwa di Indonesia, segala bentuk perjudian—termasuk togel online—memiliki konsekuensi hukum yang berat dan risiko finansial yang merusak.